PERAN PEMERINTAH DALAM KERANGKA EKONOMI ISLAM
Peranan pemerintah dalam proses perkembangan ekonomi untuk masing-masing Negara mempunyai tingkatan yang berbeda-beda. Pembangunan nasional harus memperhatikan kondisi masyarakat. Selain itu, pembangunan nasional harus memperhatikan kondisi daerah-daerah di seluruh Indonesia karena pembangunan daerah tidak bisa disamaratakan dengan alasan perbedaan karakteristik, budaya, keadaan sosial dan sebagainya.
Sebelumnya anda harus mengerti pengertian
dari pemerintah. Pemerintah adalah penyelenggara sebuah negara untuk mencapai
suatu tujuan bersama. Tujuan disini maksudnya adalah tujuan yang meningkatkan
kesejahteraan, baik dalam bidang pembangunan ekonomi.
Pembangunan ekonomi adalah proses
dimana pemerintah dan orang-orangnya mengelola sumber daya yang ada dan
membentuk model kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta untuk menciptakan
lapangan baru untuk bekerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada wilayah
tersebut.
Pemerintah memainkan peran yang
sangat dominan dalam perencanaan dan penggunaan faktor produksi, implementasi
dan peraturan untuk distribusi barang ekonomi. Dengan menerapkan ekonomi Islam,
masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk mengembangkan ekonomi yang
adil dan makmur.
Tanggung jawab pemerintah dalam
prespektif Islam memiliki fleksibelitas yang luas didasarkan pada premis bahwa
Islam bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat umum, sehingga dalam
prespektif islam negara dapat mendefinisikan apapun fungsinya dalam mencapai
sasaran tersebut.
Menurut Siddiqi, fungsi negara dalam perspektif Islam dalam tiga kategori yaitu:
1. Fungsi yang
diamanahkan syariat secara permanen meliputi:
a. Pertahanan
b. Hukum dan ketertiban
c. Keadilan
d. Pemenuhan kebutuhan
e. Dakwah
f. Amar makruf nahi munkar
g. Administrasi sipil
h. Pemenuhan kewajiban-kewajiban sosial.
2. Fungsi turunan
syariah yang berbasis ijtihad sesuai kondisi sosial dan ekonomi pada waktu
tertentu, meliputi enam fungsi:
a. Perlindungan lingkungan
b. Penyediaan sarana kepentingan umum
c. Penelitian
d. Pengumpulan modal dan pembangunan ekonomi
e. Penyediaan subsidi pada kegiatan swasta tertentu
f. Pembelanjaan yang diperlukan untuk stabilitas
kebijakan
3. Fungsi yang
diamanahkan secara kontekstual berdasarkan proses musyawarah (syura), meliputi
semua kegiatan yang dipercayakan masyarakat kepada sebuah proses syura.
Diantara
tugas-tugas penting pemerintah dalam perekonomian adalah sebagai berikut:
1. Mengawasi
Faktor Utama Penggerak Perekonomian Pemerintah harus mengawasi gerak
perekonomian, seperti mengawasi dan melarang praktik yang tidak benar, baik
dalam sistem jual beli, produksi,
konsumsi, dan sirkulasi.
2. Menghentikan
Muamalah yang Diharamkan seperti riba,
penimbunan, dan monopoli.
3. Mematok Harga
kalau Dibutuhkan
Saat ini di
Indonesia ada beberapa Lembaga/Institusi yang mempunyai otoritas dalam
pengaturan tentang keuangan komersial maupun sosial, yaitu:
1. Bank Indonesia (BI) yang merupakan Bank Sentral Republik Indonesia.
2. Otoritas
Jasa Keuangan untuk mengawasi perbankan
syariah dengan cara komprehensif dan efektif.
3. Badan Amil
Zakat Nasional
4. Dewan
Syariah Nasional (DSN). DSN adalah lembaga yang secara
struktural di bawah MUI yang bertugas membantu pihak terkait, seperti
Departemen Keuangan, Bank Indonesia, dan lain-lain dalam menyusun peraturan/
ketentuan untuk lembaga keuangan
5. Badan Wakaf
Indonesia (BWI).
Komentar
Posting Komentar